TRAVELING

GUNUNG LAWU, PENDAKIAN PERTAMA

Jika ditanya apa hal yang paling berkesan selama perjalanan traveling selama ini, akan saya ceritakan dengan lantang tentu saja adalah cerita pengalaman pendakian pertama saya ke salah satu Gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu Gunung Lawu (3.265 m).

Pendakian pertama ke Gunung Lawu bagaikan sebuah permata pengalamanku bagi saya, bagaimana tidak, saya yang kala itu seorang amatiran haha mungkin sekarangpun masih kali ya, berteman dengan orang-orang yang senengnya “ngebolang” ke gunung tentu saja saya mupeng dan ikut mendaki. Loh.. ternyata saya memang sangat amatiran kala itu, mulai dari kurangnya persiapan fisik, bawaan barang yang kurang terorganisir yang akhirnya membuat ransel sangat berat wkwk dan si amatiran ini kala itu hanya pikirannya puncak tanpa tahu bahwa untuk mencapai puncak itu harus dilalui dengan berjalan kaki semalaman hahaha sungguh sungguh rasanya menyesal kala itu wkwk tetapi sangat menyenangkan dan ternyata membuat candu.

 

Jika ditanya apa hal yang paling berkesan selama perjalanan traveling selama ini, akan saya ceritakan dengan lantang tentu saja adalah cerita pengalaman pendakian pertama saya ke salah satu Gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu Gunung Lawu (3.265 m).

Saya ingat betul kala itu September tahun 2013 kami ber-11 orang beiringan naik motor dari Jogja siang hari menuju Karanganyar dan sampai di pintu masuk Gunung Lawu selepas magrib. Setelah melakukan berbagai persiapan seperti makan malam, sholat, ke kamar mandi, dan berdoa sebelum masuk ke kawasan Gunung Lawu selanjutnya kami memulai perjalanan dengan menggunakan senter  karena sudah malam hari, dan kejutan yang saya rasakan… baru melalui jalan setapak sepanjang 200 meter saya sudah merasa engap dan menanyakan puncaknya di mana wkwkw sontak teman-teman saya tertawa haha.

Saya merasa kala itu tak sanggup melanjutkan perjalanan, rasanya beban tubuh ini sungguh berat ternayata tas yang saya bawa terlalu berat hikss.. teman-teman yang baik hati membagi isi tas tersebut biar terasa ringan. Kamsiah luv luv.

Perjalanan di Gunung Lawu sungguh melelahkan karena trek jalannya yang berbatu ditambah saya yang kurang persiapan fisik kala itu rasanya cepat sekali merasa lelah, teman-teman rombongan tak menyerah tetap memberikan semangat sampai akhirnya waktu menjelang subuh kami sampai di pos terakhir di pos lima, merasakan sunrise di atas gunung dan awan seperti hamparan kapuk rasanya lelah itu terbayarkan.

Saat itu rasanya menyesal naik gunung hikss karena capek oi, tapi ternyata candu yang di hasilkan dari naik gunung adalah bukan ketika berada di puncaknya tetapi ketika bisa melewati perjalanan itu semua. Ternyata saya sangat merindukannya, perosotan, terjatuh, terjungkal, ngos-ngosan, semuanya rindu.

Rasanya rindu dengan kawan-kawan bareng naik gunung pertama kali saat itu, dan setelah itu Alhamdulillah bisa naik gunung lagi ke Merbabu, Andong dan treakhir ke Rinjani sebelum menikah jiaaiah…, dan sekarang rasanya rindu ingin mengulang kembali rasa lelah itu tapi entah kapan bisa terulang. Tapi saya bangga bisa merasakan dan punya pengalaman naik gunung kala masih muda cihuyy.

 

Kalau teman-teman traveling yang paling mengesankan kalian apa, yuk ceritain 🙂

1 thought on “GUNUNG LAWU, PENDAKIAN PERTAMA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *