HEALTH

ASAP ROKOK DAN COVID-19

Sejak akhir Februari 2020 negara kita Indonesia menyatakan status darurat terhadap kasus  Covid -19 dimana secara langsung segala kegiatan aktivitas kita di luar rumah berpindah dan semua terpusat disatu tempat yaitu rumah.

Rumah menjadi central segala kegiatan kita sehari-hari bersama anggota keluarga lainnya sejak pandemi Covid-19. Tapi masalah lainnya timbul sejak segala aktivitas ini terpusat di rumah, yaitu tingginya paparan asap rokok di dalam rumah.

Menurut data dari sebuah perusahaan teknologi di China menyebutkan bahwa polusi udara di dalam rumah mengalami peningkatan akibat asap rokok. Ini menjadi ancaman ganda bagi banyak orang di tengah pandemi.

Ancaman ini tidak hanya dirasakan oleh seorang dengan status prokok aktif (first handed) tetapi juga oleh semua anggota keluarga lainnya (second handed), dimana pada masa pandemi kejadian merokok di dalam rumah semakin meningkat mengakibatkan terjadinya paparan asap rokok tidak hanya pada second handed tetapi juga terjadi pada thirh handed yaitu baju, sofa, gorden atau segala yang berhubungan dengan rumah, yang apabila terhirup akan mengakibatkan masalah pada paru-paru atau gangguan pernafasan.

Dari data World Health Organization (WHO) sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok dan kematian akibat tembakau, dengan prevalensi perokok aktif di Indonesia masih tinggi di kalangan dewasa dan remaja.

Dimana prevalensi pada orang dewasa mengalami peningkatan sebesar 20% selama 5 tahun terakhir dan menurut data terbaru dari Global Youth Tobbaco Survey (GYTS) prevalensi pada pelajar menunjukkan angka 40.6% adalah perokok. Ini adalah data yang sangat miris.

Di tengah tantangan Covid-19 yang sedang kita hadapi saat ini  menunjukkan kejadian kasus Covid-19, terjadi peningkatan kasus Covid-19 dalam jumlah besar dimana terjadi pada mereka yang berjenis kelamin laki-laki dengan status sebagai perokok aktif. Pada pasien Covid-19 dengan status sebagai perokok aktif sangat mengalami kerentanan terkena Covid-19 dan dapat membuat pasien mengalami gejala yang lebih parah dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Menurut dr. Frans Abendnego Barus spesialis paru dalam talkshow program radio Ruang Publik KBR pada episode rumah, asap rokok dan ancaman Covid-19 menyebutkan pada orang yang dengan status perokok aktif tidak memiliki kekebalan pada saluran pernafasannya berupa rusaknya rambut-rambut halus atau silia yang ada di di saluran pernafasan yang berfungsi untuk mengeluarkan benda-benda asing  (virus, bakteri, debu) yang masuk ke saluran pernafasan, yang mengakibatkan mereka menjadi kelompok berisiko tinggi terpapar Covid-19 dan sulit diselamatkan.

 

Belum adanya kebijakan yang tegas terhadap aturan tanpa rokok mengakibatkan masyarakat masih longgar terhadap diri sendiri dan lingkungannya menurut Nina Samidi ( Manajer Kiomunikasi Komnas Pengendalian Tembakau) yang diwawancarai pada talkshow program radio Ruang Publik KBR pada episode rumah, asap rokok dan ancaman Covid-19. Ini mengakibatkan risiko penularan yang lebih luas terhadap kejadian Covid-19.

Fakta yang terjadi di masyarakat di tengah ancaman pandemi Covid-19  ini menuntut kita untuk membentuk pertahanan yang tegas untuk diri sendiri,  rumah dan lingkungan tepat tinggal kita dengan langkah-langkah sebagai berikut;

  1. Tegas, Stop Rokok!

Anggota keluarga harus mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan dengan kondisi asap rokok yang ada di rumah di tengah pandemi Covid-19. Salah satu anggota keluarga yang dianggap berpengaruh (misalnya ibu/istri) harus menegaskan peraturan  stop merokok bagi anggota keluarga.

  1. Tetap Menggunakan Masker

Tetaplah menggunakan masker terutama apabila anda berinetraksi dengan mereka yang sedang merokok, dan lebih baik menghindari interaksi.

  1. Mencuci Tangan

Mencuci tangan dengan sabun tidak hanya dilakukan ketika setelah bearktivitas tetapi juga apabila anda telah menyentuh benda-benda yang telah terpapar asap rokok.

  1. Mengkonsusmi Vitamin

Konsumsilah vitamin, sayuran dan buah untuk tetap menjaga imunitas tubuh anda.

  1. Berolahraga

Tetap menjaga kebugaran fisik dengan cara berolahraga atau tetap memperbanyak  aktivitas fisik. Olahraga dapat menjadi pengalihan anda terhadap perilaku merokok.

Inilah 5 langkah yang dapat kita terapkan bersama anggota keluarga lainnnya agar tetap sehat di tengah pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat!

 

Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja hubungan dengan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #putusinaja kebijakan pengendalian tembakau yang ketat. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog serial #putusinaja yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Indonesia Social Blogpreneur ISB. Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

 

Referensi:

  1. https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&cat=ruang-publik&title=rumah-asap-rokok-dan-ancaman-covid-19
  2. https://www.who.int/indonesia/news/detail/30-05-2020-pernyataan-hari-tanpa-tembakau-sedunia-2020

Design: Erni Suryana

2 thoughts on “ASAP ROKOK DAN COVID-19”

  1. Sangat penting untuk menjadi kesadaran kita yakni menjaga diri dan anggota keluarga serta lingkungan dari ancaman Covid-19 salah satunya yakni aman dari asap rokok..mari jaga orang yg kita sayangi dg langkah seperti di atas.. terimakasih atas tulisannya sebagai himbauan untuk semua..👍👍

  2. Terimakasih kakak untuk edukasinya 🙏🏻
    Berharap kita semua bisa bersama sama mengurangi pengaruh buruk yang berdampak bukan hanya kepada diri sendiri tapi juga orng terdekat kita, jangan kita meremehkan hal kecil dari kebersihan dan kesehatan diri kita☹️
    mari mulai dari diri kita sendiri untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat 😇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *