SOCIAL

KITA DAN ANCAMAN KEKERINGAN

Saya lahir dan besar di pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pulau yang terkenal dengan julukan pulau seribu masjid dan gunung Rinjani-nya, salah satu gunung tertinggi yang ada di Indonesia. Pulau Lombok dianugerahi keindahan alam yang luar biasa menakjubkan, ada gunung yang sejuk dengan hutannnya dan birunya pantai yang mengelilinganya membuat orang selalu ingin datang untuk berwisata ke pulau Lombok.

Sejak saya kecil saya sudah merasakan betapa nikmatnya hidup dan tinggal di Lombok, tidak ada ancaman apapun yang saya rasakan kala itu, semua baik-baik saja, mau mandi selalu ada air melimpah bahkan air bisa keluar dalam galian yang dangkal, udara yang terasa sejuk dan dingin karena berada di bawah kaki gunung dan tidak ada banjir. Sungguh indahnya pulauku tercinta, pulau Lombok.

Ternyata kenyaman yang saya rasakan sejak kecil itu berangsur mulai hilang, mungkin ketidaknyamanan ini bukan hanya saya saja yang merasakannya tetapi juga masyarakat Lombok lainnya, tetapi kami terlalu sibuk dan acuh untuk mencari tahu apa penyebabnya.

Saya mulai merasa semuanya berubah, ketika di Desa tempat tinggal saya mengalami krisis air, bayangkan krisis air kami rasakan padahal kami tinggal di bawah kaki gunung Rinjani di mana kami memiliki sumber mata air sendiri tetapi ternyata debitnya tak sederas dahulu. Kekurangan dan kekeringan semakin terasa bila sudah memasuki musim panas, petani-petani gagal menanan padinya dan kami harus terpaksa mandi satu kali sehari untuk menghemat air, bahkan dibeberapa wilayah pulau Lombok terpaksa harus membeli air yang tentu harganya tak murah. Ini sungguh sangat miris sekali ketika kami kekeringan tetapi penjual air memiliki air untuk dijual.

Pernah suatu waktu pada tahun 2015, ketika saya sedang berkegiatan sosial di daerah Gili Re kecamatan Jerowaru Lombok Timur, di mana di sana akses untuk air bersih/tawar sangatlah susah dan mata pencaharian warga sebagian besar adalah nelayan dan buruh, yang tentu saja penghasilan mereka hanya cukup untuk makan sehari-hari saja, tetapi kesusahan mereka bertambah saat kebutuhan air bersih sangat berat untuk didapatkan, kadang mereka harus berjalan sangat jauh untuk sekedar menampung beberapa jerigen air yang hanya bisa dipergunakan untuk minum saja, selebihnya mereka akan menunggu kebaikan para dermawan yang memberi bantuan berupa air bersih yang kemudian akan dibagi setiap keluarga.

Apa yang saya dan masyarakat Lombok lainnya alami bertahun-tahun ini lambat laun saya pikir semakin jelas hulunya, dimana berbagai perubahan yang kami alami dari sebuah kenyamanan berubah menjadi jauh dari kata nyaman disebabkan oleh karena terjadinya perubahan iklim.

Perubahan iklim yang kami rasakan ini ternyata tak hanya di pulau Lombok, tetapi juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia bahkan secara global diseluruh dunia. Dan dampak yang sangat terasa yang saya rasakan sebagai warga Lombok adalah ancaman kekeringan!.

Menurut Muhamad Reza dari Koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHa) menyebutkan bahwa di Indonesia, 10% dari wilayah Indonesia atau sama dengan dua kali wilayah pulau Jawa mengalami kekeringan, dan kekeringan inipun dibarengi dengan kualitas air yang menurun, dan sekarang pulau tercinta saya menjadi bagian dari data 10% tersebut. Ancaman kekeringan yang saya rasakan ini tak hanya dapat saya alami sekarang tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan hidup kami dimasa depan bahkan ke anak cucu kami. Tidak, saya tidak mau merasakan kekeringan terus menerus.

Kekeringan ini tidak terjadi begitu saja tentunya, seperti kata pepatah “ada asap ada api” kekeringan tidak terjadi begitu saja. Salah satu hal yang mengsuik saya adalah ketika kami meraskaan kekeringan tetapi kenapa pabrik air mineral tetap beroprasi?, bukankah seharusnya mereka juga akan gulung tikar dengan terjadinya kekeringan?, di Lombok sendiri terdapat beberapa pabrik air mineral. Apakah dengan adanya pabrik air mineral ini mengakibatkan kekeringan? ini menjadi pertanyaan untuk diri saya, dan ternyata menurut jurnal yang ditulis oleh Heru Hendrayana (2002) peng-eskploran air tanah secara berlebihan sangat berdampak terhadap lingkungan sekitar, di mana pemanfaatan air yang sekarang telah berubah menjadi komoditi ekonomi mengakibatkan ekploitasi terhadap air tanah menjadi berlebihan dan jika tidak dibarengi dengan pengelolaan limbah pabrik yang baik akan mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan inilah salah satu yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim di dunia. Dan bagiamana jika ini berlangsung terus menerus?, air tanah terus disedot, masyarakat tak mampu membeli air, tanah tak dapat menyimpan air, tanah mengalami penyusutan, apakah kami masih bisa bertahan dan menikmati keindahan pulau Lombok kami tercinta sampai kami tua? jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Tak ingin terus-terusan mengalami kekeringan dan melihat sebagian masyarakat harus membeli air tawar saya ingin memutus mata rantai ini tetapi ternyata dengan hanya menyuarakan keluahan saya pada pemerintah tak akan pernah cukup. Keluhan saya tak didengar, saya bukan siapa-siapa.

Tapi saya sadar bahwa saya harus bergerak dan tak bisa sendirian. Ancaman kekeringan yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup kami ini harus saya bagikan ke lingkungan terdekat saya, keluarga saya, teman-teman saya bahkan siapa saja yang saya temui. Bahwa saya tak bisa hanya menyalahkan pemerintah atau orang lain, tetapi saya juga harus bergerak karena saya dan masyakarat lainnya adalah bagian terkecil ujung tombak sebuah perubahan. Karena saya percaya langkah kecil yang saya dan teman-teman lakukan dapat berdampak besar bagi kehidupan kita, kini dan nanti.

Menjaga Lingkungan

Menjaga lingkungan salah satunya yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya, tetapi sebelumnya lakukanlah 3 R (Reduce= pengurangan, Reuse= penggunaan kembali dan Recycle= mengelola kembali) terhadap sampah yang kita miliki, jangan semua menjadi sampah ya.

Hemat Air

Penggunaan air yang berlebihan atau boros salah satu yang dapat mengancam kita dari kekeringan. Gunakanlah air secukupnya sesuai kebutuhan kita. `banyak hal dalam kehidupan sehari-hari kita dapat kita hemat dalam penggunaan air misalnya mandi terlalu lama, tidak mematikan kran air, memakai detergen terlalu banyak saat mencuci, membuka kran air terlalu besar ketika berwudhu. Kegiatan sehari-hari ini dapat kita hemat dalam penggunaan air yang dampaknya sangat besar bagi lingkungan.

Minimalisir Bahan Kimia

Limbah dari bahan atau zat kimia tak hanya dikeluarkan oleh pabrik tetapi di kehidupan kita sehari-haripun tidak terlepas dari limbah zat kimia ini. Ketika limbah zat kimia ini terlalu banyak dan terutama bila tidak dikelola dengan tepat maka akan dapat mencemari lingkungan kita. Maka hendaknya kita dapat bijak dalam menggunakan zat-zat kimia yang ada di kehidupan kita sehari-hari.

Menanam Pohon

Menanam pohon atau tanaman hijau memiliki manfaat dan peran yang sangat penting bagi lingkungan kita. Selain sebagai penyaring polusi udara pohon juga dapat menyimpan air terutama bila berada di daerah tandus, jadi jangan sepelekan dengan langkah kecil yang kita lakukan. Hal ini dapat kita mulai dari menanam di pekarangan rumah dan lingkungan tempat tinggal kita.

Menampung Air Hujan

Salah satu nikmat yang dapat kita rasakan adalah hujan, air hujan yang terkadang kita biarkan ini dapat kita manfaatkan dengan menampungnya. Menampung air hujan dapat menggunakan ember atau apapun untuk menyimpan air dan dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Membuat Lubang Biopori

Lubang biopori adalah lubang resapan untuk membantu meningkatkan daya serap air dan dapat mengruangi genangan air. Walaupun kecil tetapi manfaatnya sangat besar. Lubang biopori bisa kita buat di pekarangan rumah atau secara swadaya di lingkungan tempat tempat tinggal kita.

Langkah-langkah kecil dan sederhana ini bila kita lakukan sedikit demi sedikit dan bersama-sama maka saya yakin, tentu saja ancaman kekeringan yang mengancam keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita dapat kita pangkas.

Selain itu juga masalah perubahahan iklim secara global ini juga dapat kita cegah dengan melakukan pencegahan seperti berikut;

 

Inilah beberapa langkah yang dapat kita lakukan dalam melestarikan air dan melakukan pencegahan terhadap perubahan iklim. Saya tahu ini berat, tetapi jika kita melakukannya bersama-sama maka semua akan terasa ringan, dan dapat memberikan kenyamanan bagi kita semua. Semoga tulisan ini bermanfaat ya temans! ^^

 

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagai dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa anda lihat di sini.  

 

 

 

Sumber Bacaan:

http://www.academia.edu/download/44505272/dampakabt.pdf

https://www.99.co/blog/indonesia/cara-menjaga-kelestarian-air/

https://sustaination.id/biopori/

http://oaecwater.org/berikut-cara-menjaga-kelestarian-air-yang-harus-anda-lakukan/

https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&cat=ruang-publik&title=antisipasi-ancaman-bencana-kekeringan-2020

Infografik dan design: Erni Suryana

 

4 thoughts on “KITA DAN ANCAMAN KEKERINGAN”

  1. 👍👍👍 Mari sama2 selamatkan bumi dr ancaman kekeringan, demi keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita di masa depan.. caranya dg memulai langkah2 kecil dan sederhana seperti di atas.. terimakasih atas tulisan yg sangat menginspirasi..🙏

  2. Salah satu penyebab kekurangan air bersih di mana-mana karena jumlah manusia yang menggunakan air bersih terus bertambah, sedangkan jumlah pepohonan yang berfungsi sebagai penyedia air tanah dan tempat penguapan air semakin berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *