HEALTH LIFESTYLE

SELF HEALING DARI TRAUMA

Hidup kadang memang sering tidak baik-baik saja.

Jika kita sering melihat kedalam media sosial seseorang, terkadang apa yang kita lihat adalah sisi bahagia atau sisi terbaik dalam hidupnya, tapi kita tak tahu apa yang sedang dihadapi atau trauma apa yang masih besemayam dalam diri seseorang tersebut.

Saya sendiri memiliki trauma dari masa lalu, entah itu dari keluarga atau teman yang mau tidak mau itu harus saya sembuhkan, upaya menyembuhkan ini kadang kita sendirilah yang harus berusaha untuk mau melakukannya, walaupun terkadang sangat sulit, bila sudah dirasa tidak sanggup, menghubungi seorang profesiaonal itu sangat tak mengapa.

Trauma pada seseorang bila tidak disembuhkan maka akan berefek ke sekitarnya, entah itu orang terdekatnya seperti anak dan suami atau ke lingkungan sosialnya, tentu saja kita tidak mau menjadi orang yang toxic akibat trauma atau masalah yang ada pada diri kita yang belum sembuh.

Saya sendiri masih dan terus berproses untuk menyembuhkan diri dan menjadi pribadi yang lebih baik, saya tidak mau trauma atau masalah yang sama berulang kembali karena saya hanya diam saja, karena pasti akan menjadi penyesalan bagi saya sendiri dikemudian hari.

Dari pengalaman trauma dan masalah yang pernah saya hadapi, saya menjadi banyak belajar bagaimana self healing dalam menyembuhkan luka  terhadap trauma atau masalah di masa lalu, yang akhirnya menjadikan saya hari ini. Saya yang hari ini mungkin sangat berbeda dengan saya yang di masa lalu, tetapi itulah yang terbaik, kadang seseorang memang harus berubah untuk bisa bertahan.

Berdoa

Saya atau bahkan sebagian dari kita tak akan bisa lepas dari sang Maha Penguasa langit dan bumi. Ketika saya menghadapi sebuah masalah yang membuat saya sampai pada level stress of stress, saya tidak bisa lepas dari Dia sang Maha Menyembuhkan luka, termasuk luka batin dan psikologis yang saya alami saat itu, walaupun tak tampak secara langsung tetapi dengan berdoa dan beribadah bisa menguatkan kita. Ketika seseorang terdekat yang kita harapkan tidak bisa memberikan penyembuhan seperti yang kita inginkan, jangan pernah lupakan sang Maha Pencipta agar kita bisa sembuh dan bertahan dengan baik, dan itu terbukti.

Brave

Ini adalah hal yang saya pelajari dari orang yang mengacaukan hidup saya di masa lalu, saya belajar untuk berani bersuara, tak ingin terkungkung seperti bawang putih. Namun sayapun tak mau menjadi seperti orang tersebut bersuara atau berani berkata tak enak pada seseorang tanpa tahu adab dan tempat.

Saya belajar untuk berani menyampaikan apa yang mengganjal dalam hati saya bila itu memang tidak tepat. Terkadang yang membuat kita sakit hati terhadap tindakan seseorang adalah karena kita selalu diam tidak berani bersuara. Maka bila ada seseorang yang berkata tak enak padamu maka lawanlah dia, jangan diam.

Tapi orang bijak adalah orang yang tahu dia harus berkata apa dan di mana pada seseorang, jangan menjadi seseorang yang tak berpendidikan atau seperti mulut kotoran yang berbicara seenakanya tanpa tahu adab.

Bullet Journal

Ketika zaman sekolah dahulu saya memang senang mengoleksi binder atau diari pada masanya, ketika kuliah saya mulai mengisinya entah itu berisi puisi, tentang perasaan atau agenda.

Ketika dahulu kakak saya mulai mengenalkan bullet journal  saya masih belum tahu apa manfaatnya, tapi sekarang itu menjadi kebutuhan saya. Saya mulai menulis journal tentang apa saja yang saya rasakan, entah itu perasaan marah, kecewa, sedih, bahagia, rindu, dan lain sebagainya. Karena saya adalah tipe yang tak mau mengekspose secara langsung ke media sosial atau ke orang lain tentang apa yang saya hadapi, maka menulis journal sangat membantu saya menghilangkan stres dan trauma. Bullet journal seperti memberikan terapi untuk psikis kita. Cobalah… kalian akan senang melakukannya.

Belajar Memaafkan

Memberi maaf memang sangat sulit, apalagi bila seseorang itu pernah sangat menyakitimu sampai kamu terluka. Bagi saya tentu sangat sulit, karena trauma dan stres secara psikis membuat orang akan selalu mengingat hal-hal yang negatif dari masa lalu. Tapi apakah kita akan tetap hidup di masa lalu ? tentu tidak. Sampai saat ini sayapun masih belajar memaafakan dan melupakan.

Saya berfikir ini adalah jalan yang diberikan oleh Sang kuasa agar saya menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih baik. Lantas bagaimana saya bisa melupakan dan memaafkan, sebagai manusia rasanya akan sulit untuk bisa melupaka sesuatu atau sebuah kejadian apalagi jika memory itu sangat membekas, menangis dan mencoba berdamai dengan diri saya sendiri adalah cara saya belajar memaafkan. Saya menangis sejadi-jadinya entah itu ketika saya sholat atau ketika saya curhat ke suami, itu membuat saya lebih baik, jangan pernah menahan apa yang sedang dirasa jangan sampai itu menumpuk di dalam hati.

Kemudian saya mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri, sebagai manusia terkadang kita merasa lebih baik dari orang lain kita tidak mau harga diri kita terluka itulah kenapa kita menjadi lebih susah untuk berdamai dengan masa lalu, mengingat itu adalah bagian dari perjalanan hidup membuat saya bisa berdamai dengan masa lalu dan bisa memafkaan.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat ya teman-teman, karena saya tahu hidup itu memang kadang sering tidak baik-baik saja, tak mengapa. Tapi bertahanlah, berceritalah, jangan pernah memendamnya sendiri.

Semoga hari-hari yang kita lalui selalu menyenangkan, tetap sehat dan bahagia!.

25 thoughts on “SELF HEALING DARI TRAUMA”

  1. Inspirational article👍..tdk hanya menyajikan bagamana cara self healing dr trauma tapi jg berisi motivasi mengembalikan semangat hidup dan lepas dr keterpurukan/kesedihan yg berlarut sehingga membuat kita kembali bersemangat dan berbahagia.. kata org bijak: “so many people who love you. Don’t focus on the people who don’t”

  2. kadang belajar menerima keadaan diri sendiri juga sulit
    tapi bagaimanapun sebenernya ada cara untuk menghilangkan perasaan trauma
    ada beberapa yg bilang kalo nulis journal adalah obat mujarabnya, tiap orang punya cara masing-masing
    aku sendiri ya masih pelan-pelan juga untuk menghilangkan trauma akan suatu hal dari masa lalu

  3. Iya mbak, memaafkan itu penting sekali, apalagi jika kita masih sering bertemu dengan orang tersebut. Jika kita belum bisa memaafkan dengan tulus ikhlas maka hidup kita belum bisa tenang dan nyaman sepenuhnya.

    Mungkin di sisi lain kita juga butuh dimaafkan secara tulus karena bisa jadi ada tindakan kita yang juga menyakiti orang lain sangat dalam.

  4. Luv sekali tulisannya ❤️ sepertinya setiap org punya trauma sendiri2 ya mbak. Yg membedakan pd keinginan mau sembuh/tdk nya

  5. Iya trauma harus disembuhkan biar langkah ke depannya lebih ringan dan kita jadi lebih sehat wal afiat, memaafkan orang-orang yang menyakiti kita..bullet journalnya bisa ditiru nih..

  6. Tips self healing yang efektif.
    Tapi, baru terasa benar saat berada di umur ‘sweet fourty’ 😀

    Bagaimana pun, tentu akan lebih menyenangkan jika bisa melakukannya sejak muda. Aamiin.

    1. kyknya hampir sama mba nia kesamaannya sama2 menuliskan ttg perasaan tp kalau bullet kadang digambar2 tulisan indah gt mba nia dn ditambah apapun yg kita suka

  7. Aku pengen belajar bullet journaling tapi nggak konsisten. Akhirnya pokoke setiap lagi penuh kepalanya dituangkan Aja di kertas. Tapi terbantu sih sejak ngeblog jadi lebih ringan. Pastinya self healing needs time Dan nggak bisa instan.. mesti sabar juga melewati setiap prosesnya. Terutama bagian memaafkan. Khususnya memaafkan diri sendiri.

  8. Kadangkala kalau mau ke psikolog tuh mikir dua atau tiga kali, Mbak. Dipikir gila, terus biayanya yang nggak sedikit. Kalaupun ke psikolog kan juga nggak hanya sekali kelar, ya. Besok lagi, lag£, sampai benar-benar kelar.

    Yang paling mudah ya, self healing tadi. Yang murah meriah. Apalagi kalau bisa jadi ide tulisan.

  9. bullet journal aku jujur belum bisa disiplin menggunakannya mbak, mungkin karena belum terbiasa ya mbak, bahkan kadang sangking rapi nyimpen, lupa ditarok dimana ketika mau nulis sesuatu.

  10. Rasanya sudah berabad-abad ketika ada di masa diri merasa gampang tersulut oleh kelakuan orang lain hehehe… Sekarang udah cuek pada mau ngapain sebodo amat. :)) Pengaruh umur kayaknya ya, udah males mau emosi dan sedih-sedihan lagi. Tapi sampai ke tahap itu sungguh tak mudah. Harus banyak terbentur dan termenung, hingga akhirnya menemukan pola untuk mudah berdamai dengan diri sendiri.

  11. Suka dgn kalimat memaafkan bukan utk mengubah masa lalu tp kita mengubah masa dpn agar bisa lbh tegar dan kuat.
    Nice article! Jurnal yg melegakan..untuk mengurai gelisah.

  12. Bullet jurnalnya bagus banget mbak. Karena fokus ke emosi. Ada juga misal fokus ke apa yang saya dapatkan dan apa yang telah saya berikan untuk orang lain. Jadi akan banyak membangun self esteem and happiness

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *