LIFESTYLE PARENTING

RAMADHAN 1441 H, DAN YANG DIRINDUKAN

 

Assalamua’alaikum, hallo…., bagaimana kabar teman-teman sekalian..

Tidak terasa kita sudah pada 10 malam kedua pada bulan Ramadhan. Jadi bertanya bagaimana ibadah Ramadhan saya sejauh ini.

Jika ngobrolin tentang Ramadhan kali ini rasaya bikin ‘mrembes mili’ alias bikin air mata mengalir, ditengah pandemik Covid-19 ini, saya mau tidak mau harus membuat pilihan yang berat, yaitu bagaimana menjalankan Ramadhan hanya berdua dengan anak di rantauan, dan suamipun demikian, bahkan sendirian. Jangan tanya bagaimana perasaan saya seperti apa.

Ditengah  wabah dan Ramadhan, saya berfikir, kita seperti dikembalikan kepada diri kita sendiri, apakah kita masih bisa melakukan ibadah terbaik kita dalam Ramadhan ini, jauh dari keluarga dan dalam keadaan pembatasan aktivitas, tentu pertanyaan itu kita kembailkan ke diri kita sendiri.

Namun sebagai manusia biasa, saya bukan orang yang kuat bisa menahan perasaan tentu ada banyak kerinduan yang dirasa, kerinduan dengan suasana ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya bersama suami/keluarga dan tentunya saya juga  merindukan persiapan lebaran bersama suami/keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya  .

Dari sekian banyak hal yang saya rindukan pada bulan Ramadhan seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, saya akan memilih tiga hal besar yang saya rindukan.

Tilawah Bersama

Hal yang sangat saya rindukan ketika pada bulan Ramadhan ini adalah ketika  lantunan sahut menyahut  Al-Qur’an terdengan. Kami biasa tilawah bersama keluarga. Ketika suatu hari saya mengobrol dengan ibu lewat video call, Ibu sudah khatam ke berapa kali, Ibu bercerita bari khatam sekali dan sudah mau menuju dua kali khatam pada 10 malam kedua Ramadhan ini, saya lantas bertanya kalau nini (nenek) sudah berapa kali khatam, ibu menjawab kalau nini sebulan bisa khatam sampai 6 kali, kalau di Ramadhan ini mungkin jadi lebih banyak. Mendengarnya saya langsung maknyesss karena saya masih belum khatam huhu.

Tetapi inilah yang saya rindukan ketika waktu setelah subuh atau selepas sholat maka kami samua akan tilawah bersama, kadang adik saya akan pergi tilawah ke Masjid.

Ketika sudah berkeluargapun, tradisi seperti ini Alhamdulillah tetap berlanjut bersama suami, saya akan selalu bertanya suami sudah sampai di juz berapa *langsung berubah kompetitif, haha.

Dan pada Ramadhan tahun ini, hanya suara saya sendiri yang terdengar dirumah, tidak ada suara lainnya :’(

Buka Bersama

salah satu makanan khas Lombok

 

Tentu saja hal lain yang saya rindukan adalah kehangat saat berbuka bersama keluarga, saya merindukan masakan ibu, dan tentunya saya merindukan saat memasak dan menyiapkan berbuka dan sahur untuk suami.

Saya merindukan masakan makanan Lombok yang dibuat oleh ibu atau yang dibeli di Lombok, karena rasanya sudah bosan dengan masakan sendiri, ini sepertinya tanda bahwa saya sudah dalam fase rindu akut :’).

Dan pada bulan Ramadhan kali ini, tentu saja sangat terasa bedanya, untuk buka seperti sekedarnya karena rasanya kurang semangat, makan sendirian walaupun kadang ditemani lewat video call dari suami, tetap terasa bedanya.

Keluarga

Lebaran tahun 2018

Membayangkan merayakan Ramadhan hanya berdua dengan abang rasanya langsung ingin menangis T.T. tentu saja yang terbaik adalah merayakan lebaran bersama keluarga, tak hanya tentang makanan saat lebaran ataupun kunjungan keluarga, tapi merindukan rasa bahagia ditengah kehangatn keluarga dalam merayakan moment lebaran itu adalah yang terpenting.

Saya jadi berfikir alangkah berat nian perasaan orang-orang yang merantau lebih jauh dari keluarganya dan harus merayakan lebaran jaub dari keluarga selama bertahun-tahun, Insyaa Allah semua ini akan berlalu, akan datang kembali waktu saat-saat hangat bersama keluarga terkasih. Sekarang bersabar dulu.

Bagi teman-teman yang juga memiliki kondisi yang sama dengan saya saat ini, mari kita saling menguatkan bahwa semua ini pasti akan berlalu, dan bagi teman-teman yang masih selalu jauh dengan keluarga semoga segera didekatkan dan bertemu degan keluarga. Mari mensyukuri keadaan kita sekarang ini.

Yukk sekarang kita semakin fokus pada meningkatkan kualitas ibadah pada bulan Ramadhan ini.

Mungkin ini menjadi tulisan curcol saya ya hi hi, semoga ibadah di bulan Ramadhan ini penuh berkah dan lancar yaa teman-teman.

Jadi bagaimana cerita Ramadhan teman-teman tahun ini ?

 

16 thoughts on “RAMADHAN 1441 H, DAN YANG DIRINDUKAN”

  1. Yup..sepakat untuk trus bersyukur dan sabar..bersyukur Allah SWT masih mempertemukan kita dengan Ramadhan 1441 H tahun ini..semoga menjadi penggugur dosa kita antara ramadhan th lalu sampai Ramadhan th ini sebagaimana hadis Nabi SAW. selanjutnya terus bersabar karena berpuasa di tengah kondisi/situasi yg Tdk normal seperti saat ini..semoga Allah memberikan kemudahan dan yakinlah setiap kesulitan Allah siapkan kemudahan..Aamiin..

  2. Hi there! This is kind of off topic but I need some advice from
    an established blog. Is it hard to set up your own blog?

    I’m not very techincal but I can figure things out pretty quick.
    I’m thinking about creating my own but I’m not sure where
    to start. Do you have any points or suggestions?
    Thanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *