PARENTING TRAVELING

Air Terjun Warsa Pulau Biak, Permata Hijau yang Tersebunyi di Papua

 

Masih teringat dengan jelas kenangan tahun 2017 silam, ketika kala itu Saya genap dua tahun tinggal di Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor, salah satu kabupaten yang ada di Papua. Kenangan traveling ke salah satu air terjun yang ada di Pulau Biak air terjun yang tersebunyi keindahannya, tak terdengar namanya di Kota Jakarta, tetapi menyimpan keindahan yang menakjubkan, hijaunya hutan dan birunya air gunung menjadikannya seperti permata hijau yang tersebunyi, Air Terjun Warsa menjadi destinasi wisata hijau Papua yang indah.
 

Mungkin ada yang baru pertama kali mendengar nama Pulau Biak (?), Biak adalah salah satu pulau kecil yang berada di belakang kepala burung Pulau Papua, pulau nyang menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia. Pulau yang memiliki banyak terumbu karang dan pulau yang sangat menjaga budaya kekhasannya sebagai tanah Papua.

Picture from Google

 

 
Kala itu sehari sebelumnya Kami sudah merencanakan traveling ke Air Terjun Warsa yang terletak di bagian utara Pulau Biak, perjalan kesana kami tempuh kurang lebih selama dua jam. Ya benar Saya tidak sendiri kesana, tepatnya Saya pergi dengan rombongan kantor suami waktu itu. Kami yang rata-rata bukan orang asli Papua dan orang pendatang sangat penasaran dengan Air Terjun Warsa, benarkah di Biak ada air terjun pikir Saya kala itu, karena yang Saya tahu Biak sebuah pulau tentunya akan lebih dekat dan lebih banyak pantai indah yang mengelilinginya, ternyata Saya salah, ternyata Biak tidak hanya tentang pantai dan terumbu karang tetapi ternyata Biak juga memiliki air terjun!
 
Waktu itu anak Saya baru satu tahun usianya tetapi Saya dan suami memang sudah sering mengajaknya untuk traveling, mengajaknya melihat keindahan pulau Biak yang tersembunyi, apalagi Kami bukan orang yang tinggal untuk waktu yang lama di Biak, tentu kesempatan ini tidak akan Kami lewatkan.
 
Perjalanan yang lama dan juga membawa bayi tentu bukan hal yang mudah, Saya sedikit terasa mual diperjalanan, walaupun perjalanan tak terlalu berkelok dan juga bisa dibilang sepi karena jarang kendaraan tetapi karena cukup jauh untuk ukuran Saya kala itu , sehingga sedikit`membuat Saya terasa mual.
  
                                      
                                                                       Aufa dan Ibu
 
Perjalanan menuju Air Terjun Warsa dapat ditempuh dari Kota Biak dengan lama perjalanan sekitar kurang lebih dua jam, perjalanan harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada kendaraan umum menuju kesana, selama perjalanan kita akan disuguhi oleh hutan tropis, hutan Papua yang masih lebat yang menjadi paru-paru dunia, dan juga kita akan sesekali melihat keindahan pantai, ah tentu ini sebuah perjalanan yang syahdu melihat hutan yang hijau dan juga pantai.
 

Akhirnya sampai, mual yang Saya rasa selama diperjalanan terasa hilang ketika sudah sampai di Air Terjun Warsa haha, ketika sampai dan memandangi dengan jelas Air Terjun Warsa, Saya takjub bagaimana mungkin air terjun berwarna biru seperti air laut ini menjadi alasan kenapa Kamu harus datang mengunjungi Air Terjun Warsa ketika berada di Biak dan tentu saja kala itu air terjun Warsa masih sepi, asri, terjaga, dan saat itu masih jarang wisatawan, bisa jadi karena belum banyak yang mengenalnya. Keindahan dan keasrian Air Terjun Warsa selalu dijaga oleh masyarakat sekitar, keindahan alam Papua harus terus dijaga keindahannya tak hanya oleh masyarakat Biak tetapi juga kita sebagai pengunjung, hal ini terus digaungkan juga oleh EcoNusa untuk tetap melestarikan keindahan alam dan budaya lokal Papua, agar masyarakat diseluruh dunia dapat mengenal Papua.

 
 
                                                   Inilah Air Terjun Warsa
 

 

 

Air Terjun Warsa memiliki tinggi yang tak terlalu tinggi, kurang lebih sekitar 9 meter dengan debit air yang tak terlalu besar tetapi tetap mengalir. aliran airnya sendiri berasal dari gunung yang ada diatasnya, tetapi kenapa airnya terlihat seperti berwarna biru ya, ternyata karena bebatuan yang ada didalam kolam danau berupa batu kapur, bisa jadi itu yang menyebabkan Air terjun Warsa terlihat berwarna biru.
 
 
Air Terjun Warsa kala itu masih diurus secara swadaya oleh masyarakat setempat, Kita hanya perlu membayar parkir dan jangan meninggalkan sampah. Kami menikmati makan siang disana dan sebagian lagi tak mau lewatkan kesempatan untuk mandi di Air Terjun Warsa, tentu Saya tak ikut mandi haha. Saya cukup menikmati dinginnya gemercikan air terjun ditambah teduhnya hutan hijau yang melindungi Air Terjun Warsa, rasanya tak ingin balik ke Kota Biak. Setelah mengunjungi Air Terjun Warsa, Air Terjun Warsa menjadi salah satu destinasi favorit Saya ketika di Biak dan ingin rasanya bisa kembali mengunjunginya.
 
 
  
                                Hutan sebagai pelindung Air Terjun Warsa
                                                      
 
Ketika tahun 2018 Saya meninggalkan Pulau Biak, tahun 2017 itulah pertama dan terakhir Saya mengunjungi Air Terjun Warsa, dan Saya tidak tahu apakah akan ada kesempatan lagi bisa mengunjunginya atau tidak, tetapi menikmati moment kala itu tak membuat Saya menyesal dan Saya merasa bangga, karena tak semua orang memiliki kesempatan bisa mengunjungi dan menikmati keindahan Papua dari dekat. Bagi orang yang belum pernah ke Air Terjun Warsa atau Papua, kalian tidak akan pernah menyesal mengunjunginya, keindahan alam yang disuguhkan tak akan ditemukan di daerah lain.
 
 
#BeradatJagaHutan
#PapuaBerdaya
#PapuaDestinasiHijau
#EcoNusaXBPN
#BlogCompetitionSeries

 

13 thoughts on “Air Terjun Warsa Pulau Biak, Permata Hijau yang Tersebunyi di Papua”

  1. Dulu selesai kuliah keterima kerja di dua perusahaan, salah satunya penempatan di Sorong Papua, tapi karena gak dibolehin orangtua karena katanya terlalu jauh akhirnya gak jadi dan kerja di Kaltim. Padahal sudah lama punya wishlist main ke Papua terutama ke Raja Ampat

  2. Wooww sudah pernah ke Papua ya mbak, sungguh pengalaman yang sangat berhargs.

    Iya sih air terjun itu sangat menyenangkan terutama buat anak-anak karena bisa main air. Kalau saya sih paling duduk aja sambil selfie hehe.

    Pengen juga nih ke Air Terjun Warsa Pulau Biak karena sangat indah, tapi kapan yaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *